Kesadaran masyarakat untuk merawat gigi dinilai masih sangat rendah, dibuktikan masih banyaknya warga yang memiliki masalah dengan giginya terutama pada anak-anak.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Nazruddin di Medan, Senin, 3 Oktober 2011, mengatakan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, diketahui bahwa 89 persen anak-anak usia 12 tahun ke atas pernah mengalami karies atau gigi berlubang.
Kenyataan tersebut, menurut dia, membuktikan bahwa kesadaran masyarakat terutama anak-anak untuk merawat giginya masih sangat rendah.
"Rendahnya kualitas kesehatan gigi masyarakat salah satu penyebabnya adalah karena enggannya masyarakat untuk merawat dan memeriksakan kesehatan giginya secara teratur ke dokter gigi," katanya disela acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011 yang dipusatkan di USU.
Bagi seseorang yang sudah terlanjur mengalami sakit gigi, lanjutnya, harus secepatnya dibawa ke dokter gigi, karena kuman yang terdapat pada gigi berlubang tersebut dapat pindah dan merusak gigi lainnya.
"Gigi berlubang tidak akan sembuh dengan sendirinya. Gigi berlubang yang tidak diobati akan membusuk dan kumannya akan menyebarkan infeksi ke bagian gigi yang lain," katanya, seperti dikutip Antara.
Untuk itu, lanjut dia, melalui kegiatan BKGN tersebut, diharapkan masyarakat akan menjadi sadar pentingnya menyikat gigi secara teratur dan rutin memeriksakan gigi ke dokter sehingga angka penyakit gigi berlubang bisa berkurang.
Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia drg Ratu Mirah Afifah dalam kesempatan itu mengatakan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar kerusakan gigi bisa dicegah sejak dini.
Diantaranya adalah mengunjungi dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali dan menyikat gigi minimal dua kali sehari yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa menyikat gigi dua kali sehari, namun tidak paham kapan waktu yang tepat.Bahkan sebagian menerapkan kebiasaan menyikat gigi saat mandi pagi atau sebelum sarapan.
"Padahal yang baik adalah setelah sarapan dan sebelum tidur. Pesan inilah yang disampaikan pada BKGN 2011 yang utamanya diarahkan kepada anak dan orang tua Dengan harapan bahwa kedepannya mereka sadar akan pentingnya mengunjungi dokter gigi secara rutin serta mengetahui cara dan waktu tepat menyikat gigi," katanya.
Sumber : http://eksposnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar